Minggu, 02 November 2008

Temutu ni lucu hiko ipar

eorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa
menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak
minyaaaaaaaaaaaaak",
teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh
dengan botol minyak
tergelincir ke Sungai Citarum. Plung ... lap ...
tenggelam deh
ceritanya
....
Huuuuu ... huuuu .... menangislah dia .... "Harus
kuberi makan apa
istriku nanti ... huuu..."

Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul
dan bertanya :

"Hai, BAJURI ... kenapa gerangankah sehingga engkau
menangis begitu ?"

Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu
Malaikat ....

"Oh, Malaikat ... gerobak minyak goreng saya
tergelincir ke sungai
..."
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu ..."
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi
dengan sebuah kereta
kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan
...
"Inikah punyamu?" tanya Malaikat ...
"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ... mana
mungkin penghasilan
saya
yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu
pun sudah ditambah
komisi penjualan yang cuma sedikit"

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan
sebuah kereta perak
dengan botol dari perunggu.

"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.
"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari
besi biasa ...
botolnya juga botol biasa ..."

Lalu Malaikat itu pergi lagi ... dan kali ini
kembali dengan gerobak
dan
botol Si BAJURI.
"Inikah punyamu?"

"Alhamdulillah ... benar ya Malaikat. Terima
kasih sekali engkau
telah
mengambilkannya untukku".
Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI.
Untuk itu sebagai
hadiah ... aku berikan semua kereta dan botol tadi
untukmu ..."

"???????? Alhamdulillah .... terima kasih ya Allah
... terima kasih ya
Malaikat ..."

Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di
sungai yang sama

.... Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa
dihindari ... Perahu
karetnya terbalik dan istrinya hanyut ...
"Huuuuuuuuuuuuuuuuuu .... huuuuuuuuuuu .......
istriku ... di mana
engkau ....", isaknya ...

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi
engkau, ya BAJURI
?"
"Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai
Malaikat ..."
"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan ..."
Plash ... Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba
muncul kembali sambil
membawa Nafa Urbach ... yang ada tato mawar di
perutnya ...

"Inikah istrimu?" tanya Malaikat ...
"Betul, Malaikat ... dialah istriku ..."

"Haaaaaa .... BAJURI!!!" Malaikat membenta k marah.

"Sejak kapan kamu
berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"
Sambil bergetar dan berjongkok ...

BAJURI berkata :
"Ya, Malaikat ...
kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi dan
membawa Bella
Saphira
... kalau kubilang lagi bukan ... maka
engkau akan menghilang
lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya ...
Lalu ... engkau akan
bilang bahwa aku jujur sekali ... dan engkau akan
memberikan
ketiga-tiganya kepadaku... Buat membiayai hidup Nafa
saja aku bingung
gimana caranya ... apalagi tiga-tiganya? ?? "

Malaikat pun termangu dan bengong .... "Benar juga
kamu ... kamu
realistis ..."

Tidak ada komentar: